Geliat Sektor Wisata Dengan Dibukanya Pusat Ritel Baru Di Bali

Geliat Sektor Wisata Dengan Dibukanya Pusat Ritel Baru Di Bali

RumahCom – Pulau Bali sebagai salah satu destinasi wisata sempat terpukul akibat pandemi Covid-19. Seiring mulai membaiknya penanganan pandemi, kawasan wisata ini mulai bergeliat dan pengembang maupun sektor ritel kian optimistis berbisnis di Bali seperti Ikea yang membuka toko pertamanya di luar Pulau Jawa dan menghadirka Ikea Bali.

Pariwisata menjadi salah satu sektor bisnis properti yang terpukul cukup dalam saat adanya pandemi Covid-19. Kawasan wisata global seperti Bali misalnya, menjadi wilayah yang terpukul itu namun seiring terus membaiknya penanganan pandemi, geliat bisnis di Pulau Bali juga terus meningkat.

Beberapa pengembang juga kian confident meluncurkan proyek barunya di Bali dan ini diikuti oleh sektor lainnya. Toko furnishing asal Swedia, Ikea, merambah ke Bali dengan membuka Customer Meeting Point di Pulau Dewata dan menjadi Ikea pertama yang hadir di luar Pulau Jawa.

Menurut President Director PT Rumah Mebel Nusantara (Ikea Indonesia) Patrik Lindvall, Ikea Bali merupakan salah satu langkah dan visi untuk menciptakan kehiduap sehari-hari yang lebih baik bagi lebih banyak orang. Kehadiran Ikea Bali ini juga untuk membawa solusi dan inspirasi perabot rumah tangga khususnya untuk menjawab kebutuhan masyarakat Bali.

“Untuk pertama kalinya kami hadir di luar Pulau Jawa dan Bali menjadi destinasi pilihan karena kawasan ini memiliki potensi yang sangat besar. Kami juga memberikan pelayanan untuk membeli langsung di toko maupun secara online dan mengirimkan produk ker setiap rumah,” ujarnya.

Tim Ikea Bali mayoritasnya direkrut secara lokal dan telah menggandeng berbagai instansi seperti Kementerian Koperasi dan UKM setempat melalui program Teras Indonesia. Di sini para UMKM lokal bisa mempergunakan area Ikea Bali untuk menjual produk lokal mereka sehingga keberadaan Ikea Bali ini juga untuk memberikan kontribusi langsung dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Kami hadir bukan hanya untuk memberikan solusi dan inspirasi aneka perabot rumah tangga tapi juga untuk membuat perbedaan dann memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Kami percaya serangkaiann inisiatif yang kami lakukan bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat,” imbuh Patrik.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta juga menyambut baik inisiatif Ikea dan mengucapkan selamat atas peresmian Customer Meeting Point Ikea di Bali. “Mewakili masyarakat Bali, saya merasa bahagia dan berterima kasih melihat berbagai inisiatif positif yang Ikea Bali hadirkan. Semoga hal ini dapat menginspirasi kita semua untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Bali,” katanya.

Sejalan dengan misi keberlanjutan Ikea dan untuk mendukung gaya hidup masyarakat Bali, Ikea Bali juga menerapkan berbagai upaya keberlanjutan dengan menyediakan rangkaian solusi perabot rumah tangga ramah lingkungan. Selain itu, sebagai bentuk apresiasi dan upaya pelestarian budaya lokal, seluruh co-worker Ikea Bali akan menggunakan seragam pakaian tradisional Bali dan berinisiatif untuk menghiasi bangunannya dengan lukisan mural dan patung kuda Dala yang terinspirasi dari budaya Bali

 

 

 

https://www.rumah.com/berita-properti/2021/11/202347/geliat-sektor-wisata-dengan-dibukanya-pusat-ritel-baru-di-bali

Related post

PUPR Sosialisasikan UU Cipta Kerja Bidang Perumahan

PUPR Sosialisasikan UU Cipta Kerja Bidang Perumahan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyosialisasikan peraturan turunan UU No. 11 Tahun 2020 (UU Cipta Kerja) bidang perumahan. UU…
Mengapa Pertumbuhan Bisnis Properti di India Bisa Mencetak Rekor Di Tengah Gelombang Kedua Covid-19?

Mengapa Pertumbuhan Bisnis Properti di India Bisa Mencetak Rekor…

Di paruh pertama 2021, pasar perumahan India tumbuh secara meyakinkan dibanding tahun 2020. Berdasarkan sejumlah data yang dikumpulkan dari Knight Frank…
Pasar Properti di Thailand Bersiap Hadapi Perlambatan Pasar

Pasar Properti di Thailand Bersiap Hadapi Perlambatan Pasar

Seluruh subsektor properti di Thailand kecuali kawasan industri dan logistik, diprediksi akan menghadapi perlambatan pasar setidaknya hingga 18 bulan ke depan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *