Harga Rumah Bekas di Makassar Naik Paling Tinggi

Harga Rumah Bekas di Makassar Naik Paling Tinggi

Harga rumah bekas di Makassar secara bulanan naik paling pesat hingga 4,0%, melampau Jakarta, Surabaya, Bandung hingga Tangerang.

 

RealEstat.id (Jakarta) – Industri properti kembali mencatatkan pemulihan indeks harga positif untuk tipe hunian landed house (rumah tapak) bekas. Berdasarkan statistik Rumah123.com yang dirilis dalam laporan bulanan bertajuk Flash Report edisi Oktober, terlihat harga rumah yang meningkat hingga 3,0% dibanding periode sama pada tahun sebelumnya.

Indeks perubahan juga tampak di beberapa kota besar di Indonesia, di mana Makassar merupakan wilayah yang mengalami peningkatan terbesar. Harga rumah bekas di Makassar secara bulanan naik paling pesat hingga 4,0%, melampau Jakarta, Surabaya, Bandung hingga Tangerang.

Sementara itu, data Flash Report Rumah123 pada Oktober 2021 memperlihatkan tren peningkatan harga tahunan yang diamati di 13 kota besar di Tanah Air. Kota-kota tersebut adalah Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi, Tangerang, Bandung, Surabaya, Surakarta, Denpasar, Makassar, Yogyakarta, Medan, dan Semarang. Yogyakarta keluar sebagai kota dengan peningkatan harga rumah bekas tahunan tercepat sebesar 13,5%.

Di Jabodetabek, peningkatan harga bulanan (month-on-month) di Kota Tangerang, Bogor, dan Bekasi masing-masing sebesar 0,9%, 1,4% dan 2,5%. Jakarta mengalami penurunan harga -0,3%, sementara Depok tidak mengalami perubahan harga. Secara tahunan (year-on-year), dari Oktober 2020 hingga Oktober 2021, Jakarta, Tangerang, Depok, Bogor, dan Bekasi masing-masing mengalami kenaikan harga sebesar 1,4%, 6,1%, 3,5%, 5,8% dan 6,2%.

Kota-kota besar lainnya di Pulau Jawa seperti Bandung, Yogyakarta dan Surakarta masing-masing mencatatkan kenaikan harga bulanan sebesar 0,6%, 4,2%, dan 2,3%. Sementara Kota Surabaya dan Semarang mencatatkan penurunan harga secara bulanan masing-masing sebesar -1,0% dan -0,6%.

Secara tahunan, semua kota mengalami peningkatan harga kecuali Surabaya yang mengalami penurunan harga sebesar -0,6%. Harga rumah bekas di Bandung, Semarang, Yogyakarta dan Surakarta meningkat, masing-masing sebesar 3,6%, 4,6%, 13,5% dan 4,2%.

Untuk kota besar lainnya di luar Pulau Jawa, Kota Denpasar dan Makassar mengalami kenaikan harga sebesar 1,5% dan 4,4% pada bulan Oktober 2021 dibandingkan September 2021. Sementara harga rumah seken di Medan menurun 3,1%. Secara year-on-year, harga rumah seken di Medan, Denpasar dan Makassar meningkat sebesar 11,6%, 0,1% dan 12,0%.

 

 

 

Link: https://realestat.id/berita-properti/harga-rumah-bekas-di-makassar-naik-paling-tinggi/

 

Related post

PUPR Sosialisasikan UU Cipta Kerja Bidang Perumahan

PUPR Sosialisasikan UU Cipta Kerja Bidang Perumahan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyosialisasikan peraturan turunan UU No. 11 Tahun 2020 (UU Cipta Kerja) bidang perumahan. UU…
Mengapa Pertumbuhan Bisnis Properti di India Bisa Mencetak Rekor Di Tengah Gelombang Kedua Covid-19?

Mengapa Pertumbuhan Bisnis Properti di India Bisa Mencetak Rekor…

Di paruh pertama 2021, pasar perumahan India tumbuh secara meyakinkan dibanding tahun 2020. Berdasarkan sejumlah data yang dikumpulkan dari Knight Frank…
Pasar Properti di Thailand Bersiap Hadapi Perlambatan Pasar

Pasar Properti di Thailand Bersiap Hadapi Perlambatan Pasar

Seluruh subsektor properti di Thailand kecuali kawasan industri dan logistik, diprediksi akan menghadapi perlambatan pasar setidaknya hingga 18 bulan ke depan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *