Ini Penyebab China Alami Krisis Listrik Terburuk dalam Satu Dekade Terakhir

Ini Penyebab China Alami Krisis Listrik Terburuk dalam Satu Dekade Terakhir

Beberapa waktu terakhir, China mengalami krisis listrik terparah sejak satu dekade terakhir. Krisis ini bahkan disebut-sebut turut mempengaruhi perekonomian negeri tirai bambu tersebut serta mengganggu rantai pasokan secara global, mengingat China merupakan salah satu Negara produsen terbesar di dunia.

Bagi banyak penduduk di timur laut China, pemadaman listrik yang terjadi sejak minggu lalu terasa seperti kembali ke tahun 1980-an, ketika China mengalami kekurangan listrik akut karena laju pertumbuhan ekonomi yang luar biasa.

Ironisnya, pemadaman listrik tanpa pemberitahuan sebelumnya ini terjadi selama berjam-jam bahkan berhari-hari. Selain listrik rumah tangga, kelangkaan ini juga mempengaruhi bisnis dan pabrik, termasuk pemasok ke raksasa teknologi global seperti Apple dan Tesla. “Dalam hal penjatahan daya, saya mengatakan ini adalah yang terburuk dalam satu dekade,” kata Lauri Myllyvirta, analis utama untuk Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih, seperti dilansir portal qz.com, Kamis (30/9) kemarin.

Setidaknya ada beberapa alasan yang membuat krisis listrik di China semakin menjadi-jadi. Pertama, konsumsi listrik yang terus  meningkat. Seperti diketahui, China telah mengalami pemulihan ekspor yang kuat. Hal ini semakin intensif jelang perayaan Natal, sehingga mendorong pabrik-pabrik untuk memperpanjang jam kerja mereka dan meningkatkan konsumsi listrik.

Selain itu, cuaca panas musim panas ini juga mendorong penggunaan listrik perumahan, terutama di provinsi pesisir Guangdong. “Pandemi telah mendorong China kembali menjadi pabrik dunia. Jadi meskipun pembangkit listrik tradisional beroperasi dengan kapasitas penuh, permintaan listrik tetap tidak dapat dipenuhi,” tulis Xia Chun, Direktur pelaksana dan Kepala Ekonom perusahaan manajemen kekayaan Noah Holdings International, dalam sebuah kolom di media China Caixin.

Penyebab kelangkaan listrik berikutnya di China adalah karena harga batubara yang tinggi. Pembatasan penambangan batu bara oleh China karena alasan lingkungan dan keamanan serta hujan deras di Indonesia, turut mengganggu produksi batu bara sehingga terjadinya peningkatan harga.

Pada Oktober tahun lalu, China juga telah memutuskan untuk menghentikan impor batu bara dari Australia karena sengketa politik. Meskipun China berhasil mengisi kekosongan yang diciptakan oleh boikotnya dengan mengimpor dari negara-negara seperti AS, namun ia harus membayar harga yang lebih tinggi karena jarak yang lebih jauh. Tak heran, hingga Agustus tahun ini, China hanya mengimpor 10% lebih sedikit batu bara dibandingkan tahun lalu.

 


Sumber : https://propertiindonesia.id/post/ini-penyebab-china-alami-krisis-listrik-terburuk-dalam-satu-dekade-terakhir

Related post

PUPR Sosialisasikan UU Cipta Kerja Bidang Perumahan

PUPR Sosialisasikan UU Cipta Kerja Bidang Perumahan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyosialisasikan peraturan turunan UU No. 11 Tahun 2020 (UU Cipta Kerja) bidang perumahan. UU…
Mengapa Pertumbuhan Bisnis Properti di India Bisa Mencetak Rekor Di Tengah Gelombang Kedua Covid-19?

Mengapa Pertumbuhan Bisnis Properti di India Bisa Mencetak Rekor…

Di paruh pertama 2021, pasar perumahan India tumbuh secara meyakinkan dibanding tahun 2020. Berdasarkan sejumlah data yang dikumpulkan dari Knight Frank…
Pasar Properti di Thailand Bersiap Hadapi Perlambatan Pasar

Pasar Properti di Thailand Bersiap Hadapi Perlambatan Pasar

Seluruh subsektor properti di Thailand kecuali kawasan industri dan logistik, diprediksi akan menghadapi perlambatan pasar setidaknya hingga 18 bulan ke depan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *