Jadi Ujung Tombak Penjualan, Pemerintah Dukung Bisnis Broker Properti

Jadi Ujung Tombak Penjualan, Pemerintah Dukung Bisnis Broker Properti

Menggunakan jasa broker properti bisa menguntungkan bagi penjual mendapatkan harga yang baik dan pengguna mendapatkan produk yang tepat. Broker properti juga bagian penting dari  aktivitas bisnis properti dan merupakan ujung tombak penjualan sehingga perlu ada standarisasi dan terus meningkatkan profesionalismenya.

Broker properti merupakan jasa yang bisa menjembatani antara pelaku penjual produk properti dengan calon konsumen yang membutuhkan. Broker properti bukan seperti paradigma yang terbangun selama ini yaitu seperti jasa calo yang hanya menerima komisi dari setiap transaksi yang terjadi.

Untuk aktivitas transaksi produk properti yang mahal dan umumnya menjadi pembelian terbesar bagi kebanyakan orang, dengan menggunakan jasa broker bisa mendapatkan produk terbaik sesuai kebutuhan dan daya beli. Karena itu broker properti juga dituntut untuk terus mengembangkan diri dan update terkait informasi khususnya di seputar industri properti.

Menurut Ketua Umum DPP Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) Lukas Bong, broker properti juga harus terus bergerak dan banyak hal yang bisa dilakukan untuk bisa sukses menjalani profesi sebagai broker properti khususnya di tengah berbagai kendala karena pandemi Covid-19.

“Pengetahuan broker properti harus terus ditambah agar bisa bekerja secara profesional apalagi pandemi membuat persaingan juga semakin ketat. Hanya broker profesional dan dipercaya yang akan dipilih masyarakat untuk digunakan jasanya dalam bertransaksi properti,” katanya.

Bukan hanya pengembang yang harus kreatif dan inovatif menghadirkan produk yang tepat atau perbankan dengan inovasi kemudahan pembiayaannya, broker properti juga dituntut aktif dan kreatif untuk menemukan dan menggarap berbagai peluang. Di sisi lain, bisnis agen properti juga akan selalu ada dan dibutuhkan selama bisnis properti itu ada.

Sebagai asosiasi, Arebi sendiri secara berkala selalu mengadakan pelatihan untuk terus meningkatkan profesionalitas para anggotanya untuk terus mendukung industri properti. Berbagai perubahan terkait preferensi konsumen, regulasi pemerintah, dan lainnya juga secara aktif terus dipantau untuk memperkaya wawasan.

Hingga saat ini Arebi sebagai asosiasi telah berkiprah mencapai 29 tahun dan beberapa waktu lalu menyelenggarakan The Biggers Real Estate Summit 2021. Pemerintah sendiri dalam berbagai kesempatan menyatakan dukungannya kepada aktivitas jasa broker properti yang tidak terlepas dari aktivitas bisnis sektor properti.

Menteri Perdagangan M. Lutfi mengatakan, salah satu sektor yang berkotribusi besar pada perekonomian nasional adalah industri properti dan itu tidak terlepas dari peran broker properti di dalamnya. “Makanya kami sangat mengapresiasi kiprah Arebi selama 29 tahun ini telah bekerjasama dan ikut memajukan industri properti. Ke depan kami berharap Arebi bisa terus menjalin kolaborasi dan kerja sama yang baik dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Abdul Djalil juga mengatakan, properti telah memberikan dampak besar bagi ekonomi dan pemerintah akan selalu mendukung sektor ini. “Broker properti menjadi bagian untuk terus melakukan inovasi sehingga sektor properti khususnya masalah pertanahan bisa lebih mudah, cepat, dan efisien sehingga sektor ini bisa terus berkembang,” bebernya.

Lukas tentunya menyambut baik dukungan dan apresiasi khususnya dari pemerintah untuk industri broker properti.  Terlebih saat ini anggota Arebi telah mencapai 1.200 perusahaan agen properti yang tersebar di 12 DPD Arebi yang membawahi ribuan broker properti yang siap mendorong industri properti tanah air.

“Kami juga akan terus mendorong anggota kami dan melakukan pembianaan khususnya supaya broker properti bisa semakin profesional. Salah satunya dengan terus mendorong sertifikasi agen properti sehingga aktivitas kami memiliki standar baku dan ini sangat penting karena kami merupakan ujung tombak penjualan,” pungkasnya.

 

 

https://www.rumah.com/berita-properti/2021/11/202423/jadi-ujung-tombak-penjualan-pemerintah-dukung-bisnis-broker-properti

Related post

PUPR Sosialisasikan UU Cipta Kerja Bidang Perumahan

PUPR Sosialisasikan UU Cipta Kerja Bidang Perumahan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyosialisasikan peraturan turunan UU No. 11 Tahun 2020 (UU Cipta Kerja) bidang perumahan. UU…
Mengapa Pertumbuhan Bisnis Properti di India Bisa Mencetak Rekor Di Tengah Gelombang Kedua Covid-19?

Mengapa Pertumbuhan Bisnis Properti di India Bisa Mencetak Rekor…

Di paruh pertama 2021, pasar perumahan India tumbuh secara meyakinkan dibanding tahun 2020. Berdasarkan sejumlah data yang dikumpulkan dari Knight Frank…
Pasar Properti di Thailand Bersiap Hadapi Perlambatan Pasar

Pasar Properti di Thailand Bersiap Hadapi Perlambatan Pasar

Seluruh subsektor properti di Thailand kecuali kawasan industri dan logistik, diprediksi akan menghadapi perlambatan pasar setidaknya hingga 18 bulan ke depan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *