Jelang Akhir Tahun Pengembang Terus Tunjukan Progres Proyeknya

Jelang Akhir Tahun Pengembang Terus Tunjukan Progres Proyeknya

Kalangan pengembang terus menunjukan progres pengembangan proyeknya seperti groundbreaking untuk proyek Synthesis Huis Jakarta. Hal ini menandakan aktivitas bisnis mulai bisa berjalan dengan baik setelah berbagai kendala akibat pandemi Covid-19.

Jelang berakhirnya tahun 2021 perusahaan developer terus menunjukan berbagai aktivitas maupun progres proyek yang ditawarkannya. Hal ini tentunya berdampak sangat baik untuk pasar karena memperlihatkan aktivitas bisnis yang tetap berjalan di tengah berbagai kendala karena pandemi Covid-19.

Pengembang PT Synthesis Karya Pratama (Synthesis Development) misalnya, menggelar groundbreaking ceremony untuk proyek residensial landed house terbarunya yaitu Synthesis Huis di Jalan Pedati, Ciracas, Jakarta Timur. Sebelumnya, pada bulan Oktober lalu proyek ini juga telah melakukan soft launching dan opening show unit-nya.

“Seluruh legalita maupun perizinan seperti IMB untuk proyek ini sudah clear sehingga kami sangat confident untuk memulai groundbreaking sebagai wujud komitmen kami dalam pengembangan proyek rumah tapak Synthesis Huis ini. Ada banyak keunggulan yang kami tawarkan mulai dari lokasi, fasiliitas, hingga konsep dari perumahan ini,” ujar Mandrowo Sapto, Managing Director Synthesis Development.

Synthesis Huis mengusung konsep artisan dan serenity dalam balutan gaya skandinavia. Salah satu keunggulan perumahan ini terkait lokasinya yang berada di sebelah hutan kota Jakarta seluas lebih 2,2 hektar sehingga penghuni akan merasakan kenyamanan ruang terbuka yang optimal.

Dalam rencana pengembangan kawasan ini, Synthesis Huis akan menjadi sebuah kawasan besar yang terdiri dari residensial landed house, apartemen, dan area komersial. Synthesis Huis tahap pertama ini dibangun di atas lahan seluas 3,3 hektar dari total lahan seluas 5 hektar.

Targetnya, untuk tahap pertama pengembangan kawasan ini akan bisa diselesaikan pada kuartal ketiga tahun 2023. Huniannya juga dikembangkan dengan ekslusif dan mengedepankan keseimbangan unsur alam yang dipadukan berbagai kecanggihan teknologi seperti smart home system.

Untuk proyek ini juga digandeng tiga konsultan ternama di Indonesia yaitu Jeffrey Budiman sebagai arsitek dan desainer interior rumah, Airmas Asri sebagai arsitek yang membangun keseluruhan kawasan, dan Umar Zain sebagai desainer lansekap yang akan menjadikan keseluruhan kawasan ini menjadi tempat yang indah, hijau, dan nyaman.

Kawasannya akan dikelilingi oleh Green Spine yang dihadirkan untuk memberikan lingkungan nyaman dan asri. Selain itu hunian di sini juga akan memudahkan penghuni dari sisi kemudahan aksesibilitas karena lokasinya yang tersambung dengan koridor bisnis TB Simatupang dan akses jalan tol dengan kemudahan transportasi umum seperti Transjakarta, kereta komuter, maupun LRT.

“Kawasannya selangkah ke pintu tol JORR yang terkoneksi dengan delapan ruas tol di Jakarta. Kami juga melengkapi setiap unit rumah dengan AC dan perangkat smart home untuk memenuhi tuntutan hidup modern di era new normal, penghuni bisa memantau kondisi rumah dari smartphone maupun mengatur beberapa alat elektronik seperti smart door lock atau lainnya,” beber Mandrowo.

 

 

https://www.rumah.com/berita-properti/2021/11/202419/jelang-akhir-tahun-pengembang-terus-tunjukan-progres-proyeknya

Related post

PUPR Sosialisasikan UU Cipta Kerja Bidang Perumahan

PUPR Sosialisasikan UU Cipta Kerja Bidang Perumahan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyosialisasikan peraturan turunan UU No. 11 Tahun 2020 (UU Cipta Kerja) bidang perumahan. UU…
Mengapa Pertumbuhan Bisnis Properti di India Bisa Mencetak Rekor Di Tengah Gelombang Kedua Covid-19?

Mengapa Pertumbuhan Bisnis Properti di India Bisa Mencetak Rekor…

Di paruh pertama 2021, pasar perumahan India tumbuh secara meyakinkan dibanding tahun 2020. Berdasarkan sejumlah data yang dikumpulkan dari Knight Frank…
Pasar Properti di Thailand Bersiap Hadapi Perlambatan Pasar

Pasar Properti di Thailand Bersiap Hadapi Perlambatan Pasar

Seluruh subsektor properti di Thailand kecuali kawasan industri dan logistik, diprediksi akan menghadapi perlambatan pasar setidaknya hingga 18 bulan ke depan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *