Kerugian akibat Rayap Rp 2,8 Triliun Per Tahun, Rentokil Rilis Metode Pengendalian

Kerugian akibat Rayap Rp 2,8 Triliun Per Tahun, Rentokil Rilis Metode Pengendalian

Keberadaan rayap kerap kali dianggap sebagai suatu hal yang sepele. Namun, binatang menyerupai semut putih ini bisa membawa kerugian finansial yang besar.

Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) bahkan menaksir kerugian yang diakibatkan oleh hama di Indonesia dapat mencapai Rp 2,8 triliun setiap tahunnya.

Kerugian ini turut disebabkan oleh tingginya populasi rayap di Indonesia. Rayap tidak pernah tidur, menggerogoti material kayu, kertas, selulosa dan barang-barang tertutup seperti boks dan toples selama 24 jam penuh. Sebagai perusahaan yang fokus pada pengendalian hama, Rentokil Indonesia merilis metode Rentokil Termite Drips System (RTDS) dan Rentokil Termite Piping System (RTPS).

Kedua metode ini bisa digunakan untuk mengendalikan rayap sebelum struktur bangunan didirikan dengan mengandalkan pipa yang tertanam dalam struktur tanah.

Metode RTDS bekerja melalui sistem pipa dengann emitter yang menghasilkan tetesan, distribusi bahan kimia yang dialirkan menjadi merata dan presisi. Terlebih sistem tersebut sudah menggunakan turbonet.

Sementara metode RTPS menggunakan sistem pipa yang memanfaatkan tiga jenis nosel di setiap pipa untuk menyalurkan bahan kimia secara merata ke seluruh area.

National & Sales Operation Manager Rentokil Indonesia Sulkifly Barata menjelaskan, pipa di kedua metode tersebut terjamin kekuatannya dan bisa mencapai umur pemakaian lebih dari 20 tahun.

Fitur mulsa plastik pada pipa yang diplot sebagai penahan cor-corandapat mencegah emmiter atau nosel tertutup cor-coran sehingga pipa betul-betul berfungsi baik, awet dan aman.

“Selain membuat barikade dalam tanah yang bisa menghalangi serangan jalur rayap, metode sistem pipa ini sangat efektif dan efisien.

Apalagi sirkulasi penyemprotan termitisida dapat digunakan berulang kali melalui pipa,” ujar Sulkifly dalam rilis yang diterima Kompas.com, Kamis (25/11/2021).

Ia menambahkan, metode ini sangat disarankan bagi konsumen yang ingin menjaga properti dan aset terlindungi dari serangan rayap di kemudian hari.

 

https://www.kompas.com/properti/read/2021/11/25/124221721/kerugian-akibat-rayap-rp-28-triliun-per-tahun-rentokil-rilis-metode

Related post

PUPR Sosialisasikan UU Cipta Kerja Bidang Perumahan

PUPR Sosialisasikan UU Cipta Kerja Bidang Perumahan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyosialisasikan peraturan turunan UU No. 11 Tahun 2020 (UU Cipta Kerja) bidang perumahan. UU…
Mengapa Pertumbuhan Bisnis Properti di India Bisa Mencetak Rekor Di Tengah Gelombang Kedua Covid-19?

Mengapa Pertumbuhan Bisnis Properti di India Bisa Mencetak Rekor…

Di paruh pertama 2021, pasar perumahan India tumbuh secara meyakinkan dibanding tahun 2020. Berdasarkan sejumlah data yang dikumpulkan dari Knight Frank…
Pasar Properti di Thailand Bersiap Hadapi Perlambatan Pasar

Pasar Properti di Thailand Bersiap Hadapi Perlambatan Pasar

Seluruh subsektor properti di Thailand kecuali kawasan industri dan logistik, diprediksi akan menghadapi perlambatan pasar setidaknya hingga 18 bulan ke depan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *