KPR Subsidi FLPP Habis Terbitlah BP2BT, Apa Keuntungannya?

KPR Subsidi FLPP Habis Terbitlah BP2BT, Apa Keuntungannya?

Bank BTN sebagai bank BUMN yang fokus pada pembiayaan perumahan masyarakat kembali menggelar akad kredit masal rumah subsidi dengan skema KPR subsidi Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Ada sebanyak 2.150 unit rumah yang diakadkan untuk mengejar target penyaluran KPR BP2BT hingga 11 ribu unit pada tahun ini.

Menurut Direktur Consumer and Commercial Lending Bank BTN Hirwandi Gafar, Bank BTN terus melakukan berbagai strategi untuk meningkatkan penyaluran KPR khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang menjadi fokus pembiayaan Bank BTN selama ini.

“Akad KPR masal sebanyak 2.000-an unit rumah subsidi ini masih dalam rangkaian hari ulang tahun KPR yang ke-45 tahun yang akan dirayakan pada tanggal 10 Desember nanti. Akad kredit masal sebanyak 2.150 unit ini dilakukan di Palembang, Sumatera Selatan akhir pekan lalu dan sebelumnya kami juga telah menyalurkan sebanyak 4.000 unit rumah subsidi,” ujarnya.

Dengan acara akad kredit masal ini Bank BTN telah menyalurkan hampir 7.000 unit khusus dengan skema BP2BT. Sisa waktu 1,5 bulan pada tahun ini akan terus digenjot untuk menyalurkan sebanyak 11 ribu unit rumah subsidi. Hal ini sebagai salah satu dukungan Bank BTN terhadap program sejuta rumah dan karena itu Bank BTN juga mendorong kalangan pengembang untuk terus memperbanyak suplai produk rumahnya.

KPR subsidi dengan skema BP2BT ini juga bisa menjadi solusi dan alternatif pembiayaan rumah subsidi setelah skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) pada tahun ini sudah habis sejak bulan Oktober lalu. Masyarakat segmen MBR masih bisa mengakses pembiayaan KPR subsidi dengan skema BP2BT ini.

Karena itu Hirwandi juga berharap tidak ada perbedaan antara dua skema suubsidi ini dan pengembang bisa mengarahkan konsumennya untuk segera mengakses skema BP2BT. Bank BTN juga memberikan dana talangan untuk uang muka dengan skema BP2BT ini sehingga ini bisa memudahkan cashflow pengembang.

Bank BTN memungkinkan untuk memberikan dana talangan hingga Rp40 juta per nasabah yang dilakukan di muka. Dengan begitu pengembang tidak perlu menunggu pencairan dari pemerintah yang membutuhkan proses waktu untuk assessment-nya. Masyarakat juga dimudahkan karena angsuran KPR BP2BT ini bisa sama dengan angsuran skema FLPP.

“Konsumen bisa mendapatkan berbagai kemudahan dengan skema BP2BT ini karena rumah seharga Rp150 juta bisa dibeli hanya Rp110 juta dengan adanya subsidi yang mencapai Rp40 juta. Cicilannya juga ringan karena dari outstanding yang nilainya rendah bahkan bisa sama dengan cicilan skema FLPP,” jelas Hirwandi.

 


Sumber : https://www.rumah.com/berita-properti/2021/11/202390/kpr-subsidi-flpp-habis-terbitlah-bp2bt-apa-keuntungannya

Related post

PUPR Sosialisasikan UU Cipta Kerja Bidang Perumahan

PUPR Sosialisasikan UU Cipta Kerja Bidang Perumahan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyosialisasikan peraturan turunan UU No. 11 Tahun 2020 (UU Cipta Kerja) bidang perumahan. UU…
Mengapa Pertumbuhan Bisnis Properti di India Bisa Mencetak Rekor Di Tengah Gelombang Kedua Covid-19?

Mengapa Pertumbuhan Bisnis Properti di India Bisa Mencetak Rekor…

Di paruh pertama 2021, pasar perumahan India tumbuh secara meyakinkan dibanding tahun 2020. Berdasarkan sejumlah data yang dikumpulkan dari Knight Frank…
Pasar Properti di Thailand Bersiap Hadapi Perlambatan Pasar

Pasar Properti di Thailand Bersiap Hadapi Perlambatan Pasar

Seluruh subsektor properti di Thailand kecuali kawasan industri dan logistik, diprediksi akan menghadapi perlambatan pasar setidaknya hingga 18 bulan ke depan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *