Mengapa Pertumbuhan Bisnis Properti di India Bisa Mencetak Rekor Di Tengah Gelombang Kedua Covid-19?

Mengapa Pertumbuhan Bisnis Properti di India Bisa Mencetak Rekor Di Tengah Gelombang Kedua Covid-19?

Di paruh pertama 2021, pasar perumahan India tumbuh secara meyakinkan dibanding tahun 2020. Berdasarkan sejumlah data yang dikumpulkan dari Knight Frank antara Januari sampai dengan Juni 2021 tercatat, peluncuran proyek perumahan baru di India sebanyak 103. 238 proyek atau melonjak sebesar 71 persen dibanding tahun 2020 yang hanya 60.489 proyek baru.

Lonjakan ini juga diikuti dengan adanya pertumbuhan penjualan yang meningkat sebesar 67% atau sebanyak 99.416 transaksi. Yang menarik, kondisi ini justru terjadi di tengah gelombang kedua Covid-19 yang melemahkan India secara umum. Lantas mengapa bisnis properti di India berhasil tumbuh dengan trengginasnya?

 

Reformasi Kebijakan adalah Kunci

Serentetan reformasi kebijakan pemerintah di sektor perumahan adalah roda penggerak penting dalam roda kebangkitann properti di India. “Pengurangan tarif repo (suku bunga acuan), bea materai, dan tarif ready reckoner sangat penting dalam mendorong momentum penjualan rumah pada periode April sampai dengan Juni tahun ini,” ujar Rohit Poddar, Direktur Pelaksana, Perumahan dan Pengembangan Poddar seperti dilansir dari www.cnbctv18.com, Kamis (15/7) lalu.

Rohit menuturkan, penawaran yang menguntungkan bagi pengembang tersebut pada akhirnya telah berhasil mempertahankan momentum bisnis properti di India. Dan sebagai hasilnya, real estat India mencatatkan pertumbuhan paling bersejarah di paruh pertama tahun 2021 ini,” jelasnya.

Ram Raheja, Direktur S Raheja Realty tak menampik jika reformasi moneter yang dilakukan pemerintah India, termasuk suku bunga rendah adalah alasan utama yang membuat bisnis properti negera tersebut kembali bergairah. Namun, langkah tepat dari pemerintah terkait pelaksanaan kebijakan ini sendiri, tambahnya, juga sangat membantu kelangsungan bisnis properti di India.

“Di Mumbai, penguncian sebagian bisnis selama gelombang kedua memastikan bahwa bisnis ini berhasil bertahan. Namun, dengan pemahaman yang lebih baik tentang pandemi, kesiapsiagaan pemangku kepentingan real estat pada semester pertama tahun ini telah membantu penjualan perumahan di Semester 1 2021 melebihi periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya,” tutup Raheja.

 


Sumber : https://propertiindonesia.id/post/mengapa-pertumbuhan-bisnis-properti-di-india-bisa-mencetak-rekor-di-tengah-gelombang-kedua-covid-19

Related post

PUPR Sosialisasikan UU Cipta Kerja Bidang Perumahan

PUPR Sosialisasikan UU Cipta Kerja Bidang Perumahan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyosialisasikan peraturan turunan UU No. 11 Tahun 2020 (UU Cipta Kerja) bidang perumahan. UU…
Pasar Properti di Thailand Bersiap Hadapi Perlambatan Pasar

Pasar Properti di Thailand Bersiap Hadapi Perlambatan Pasar

Seluruh subsektor properti di Thailand kecuali kawasan industri dan logistik, diprediksi akan menghadapi perlambatan pasar setidaknya hingga 18 bulan ke depan…
Ini Penyebab China Alami Krisis Listrik Terburuk dalam Satu Dekade Terakhir

Ini Penyebab China Alami Krisis Listrik Terburuk dalam Satu…

Beberapa waktu terakhir, China mengalami krisis listrik terparah sejak satu dekade terakhir. Krisis ini bahkan disebut-sebut turut mempengaruhi perekonomian negeri tirai…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *