Ratusan Homestay Di Mandalika Mulai Digunakan Wisatawan

Ratusan Homestay Di Mandalika Mulai Digunakan Wisatawan

Program pembangunan Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) atau homestay oleh Kementerian PUPR di Mandalika mulai digunakan para wisatawan yang akan menonton ajang World Superbika maupun MotoGP. Program Sarhunta ini selain menata kawasan, memperbaiki hunian tidak layak huni, juga meningkatkan perekonomian masyarakat.

Pemerintah terus mendorong berbagai program pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) siap mensukseskan ajang World Superbike (WSBK) atau Kejuaraan Dunia Superbike yang digelar di Pertamina Mandalika International Street Circuit di Lombik, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kementerian PUPR selain membangun jalan utama menuju sirkuit serta menata lingkungan juga telah menyelesaikan sebanyak 398 unit Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) di sekitaran kawasan sirkuit internasional tersebut. Sarhunta ini bisa menjadi alternatif akomodasi para wisatawan yang datang untuk menikmati ajang balap motor tersebut.

Menurut Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, pembangunan jalan, sarana-prasana, maupun program Sarhunta menjadi kontribusi Kementerian PUPR untuk ikut mensukseskan ajang WSBK dan ajang balap motor terbesar dunia yaitu MotoGP.

“Sarhunta ini bisa menjadi alternatif pilihan akomodasi saat nanti menyaksikan ajang balap motor baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Okupansi hotel di NTB tentunya akan sangat penuh mengingat begitu banyak penggemar WSBK dan MotoGP, makanya Sarhunta ini bisa menjadi alternatif,” ujarnya.

Sarhunta juga membuka kesempatan kepada masyarakat untuk menjadi pelaku pariwisata dari selama ini hanya sebagai penonton. Dengan program Sarhunta ini beberapa program perumahan bisa dilaksanakan sekaligus yaitu program penanganan kawasan kumuh, perbaikan hunian yang tidak layak, pembangunan infrastruktur lingkungan, hingga menyediakan manfaat ekonomi dengan menjadikan rumah penduduk sebagai penginapan (homestay).

Sarhunta ini dilaksanakan oleh Ditjen Perumahan untuk mengubah wajah perumahan masyarakat khususnya rumah tidak layak huni. Fasad rumah-rumah di sepanjang jalan koridor juga menjadi lebih tertata, rapi, dan layak huni sekaligus mendorong masyarakat memiliki usaha untuk mendukung pariwisata di Mandalika.

Program Sarhunta sendiri dijalankan melalui program bantuan stimulan perumahan swadaya di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Mandalika sebanyak 915 unit. Perinciannya, 398 unit dibangun untuk homestay dan 517 unit peningkatan kualitas rumah swadaya tanpa fungsi homestay.

Konsep pembangunan Sarhunta sendiri untuk mendorong kegiatan swadaya masyarakat yang rumahnya tidak layak huni dan fasadnya kurang menarik. Pemerintah memberikan bantuan berupa bahan material bangunan dan upah pekerja serta pendampingan dalam proses pembangunannya.

Kementerian PUPR juga telah berkoordinasi dengan kementerian maupun lembaga lain agar promosi terkait program Sarhunta ini bisa lebih luas lagi. Sarhunta ini juga telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penginapan yang baik seperti tempat tidur, lemari pakaian, kamar mandi, dan telah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Pariwisata yaitu Cleanliness, Health Safety, dan Environment Sustainability (CHSE).

“Kami juga mendapatkan informasi kalau sejumlah wisatawan yang akan melihat ajang WSBK dan MotoGP sudah menginap di Sarhunta Mandalika. Tentunya ini sangat baik dan bisa menjadi contoh agar Pemerintah Daerah NTB maupun sektor swasta melalui program CSR bisa bersama ikut mengembangkan konsep ini sehingga bisa terus mendorong perekonomian masyarakat,” pungkas Khalawi.

 

 

https://www.rumah.com/berita-properti/2021/11/202394/ratusan-homestay-di-mandalika-mulai-digunakan-wisatawan

Related post

PUPR Sosialisasikan UU Cipta Kerja Bidang Perumahan

PUPR Sosialisasikan UU Cipta Kerja Bidang Perumahan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyosialisasikan peraturan turunan UU No. 11 Tahun 2020 (UU Cipta Kerja) bidang perumahan. UU…
Mengapa Pertumbuhan Bisnis Properti di India Bisa Mencetak Rekor Di Tengah Gelombang Kedua Covid-19?

Mengapa Pertumbuhan Bisnis Properti di India Bisa Mencetak Rekor…

Di paruh pertama 2021, pasar perumahan India tumbuh secara meyakinkan dibanding tahun 2020. Berdasarkan sejumlah data yang dikumpulkan dari Knight Frank…
Pasar Properti di Thailand Bersiap Hadapi Perlambatan Pasar

Pasar Properti di Thailand Bersiap Hadapi Perlambatan Pasar

Seluruh subsektor properti di Thailand kecuali kawasan industri dan logistik, diprediksi akan menghadapi perlambatan pasar setidaknya hingga 18 bulan ke depan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *