Seiring pemulihan ekonomi, begini prospek emiten sektor properti

Seiring pemulihan ekonomi, begini prospek emiten sektor properti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sektor properti dinilai kian pulih, berkaca pada kinerja emiten properti yang mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan dan penjualan hingga September 2021.

Analis Samuel Sekuritas, Olivia Laura melihat secara umum kinerja emiten properti punya ruang bertumbuh. Dia mencontohkan PT Ciputra Development Tbk (CTRA) yang baru meluncurkan produk di Sentul. Ciputra berhasil menjual 58 unit dari 65 unit selama peluncurannya.

Dia mengatakan kinerja CTRA kuartal ketiga jauh lebih baik dibandingkan saat Covid-19 pada 2020 dan lebih tinggi juga dibanding level pre-Covid-19 tahun 2019 dari topline maupun bottom line. “Jadi kalau dilihat sudah mulai pemulihan untuk CTRA,” ujar Olivia kepada Kontan.co.id, Rabu (17/11).

Dari sisi fundamental, CTRA juga berhasil menurunkan tingkat liabilitasnya hingga September 2021. Liabilitas Ciputra turun 1,46% dari posisi Desember 2020 menjadi Rp 21,47 triliun.

Hanya saja, Olivia melihat penurunan itu karena utang bank jangka pendek. “Turun karena utang jangka pendek harus dibayarkan maksimal 1 tahun juga turun 63% yoy hingga kuartal ketiga 2021,” kata dia.

Memang, belum semua emiten properti mencatatkan penurunan liabilitasnya. Contohnya, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) yang mencatatkan kenaikan 15,02% dari posisi Desember menjadi Rp 6,20 triliun.

Akan tetapi, Sekretaris Perusahaan KIJA, Muljadi Suganda menjelaskan kenaikan liabilitas tersebut akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

“Pada Desember 2020, US$ 1 sama dengan Rp 14.105 dan di September 2021 sebesar Rp 14.307 per dolar AS. Dan, sebetulnya pinjaman bank malah sebenarnya berkurang karena ada beberapa pembayaran pokok pinjaman hingga kuartal ketiga,” kata Muljadi.

Selain KIJA, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) di tengah kenaikan pendapatan, liabilitasnya juga naik pesat atau 42,69% dari posisi Desember menjadi Rp 40,35 triliun.

Olivia menanggapi, kenaikan DER beberapa emiten properti tersebut kebanyakan berasal dari utang jangka panjangnya. “Biasanya karena mereka ingin launch produk baru jadi untuk modal kerja atau akuisisi lahan,” tutur dia.

Olivia memaparkan, dari ketiga emiten tersebut, CTRA dan KIJA masing memiliki DER yang baik karena berada di bawah 1 kali. Adapun DER CTRA dan KIJA masing-masing sebesar 0,56 kali dan 0,8 kali.

“Untuk LPKR kalau dari neracanya memang liabilitasnya lebih besar daripada modal bersihnya, jadi kurang baik kalau lihat balance sheet-nya,” sebutnya.

Secara keseluruhan, untuk sektor properti Olivia menjagokan CTRA dan SMRA. Untuk CTRA direkomendasikan buy dengan target harga Rp 1.360 per saham dengan 1.4x PBV ’22E. Lalu, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) juga buy dengan target harga Rp 1.200 per saham dengan 2.5x PBV 22F.

 

 

 

Link: https://investasi.kontan.co.id/news/seiring-pemulihan-ekonomi-begini-prospek-emiten-sektor-properti

 

Related post

PUPR Sosialisasikan UU Cipta Kerja Bidang Perumahan

PUPR Sosialisasikan UU Cipta Kerja Bidang Perumahan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyosialisasikan peraturan turunan UU No. 11 Tahun 2020 (UU Cipta Kerja) bidang perumahan. UU…
Mengapa Pertumbuhan Bisnis Properti di India Bisa Mencetak Rekor Di Tengah Gelombang Kedua Covid-19?

Mengapa Pertumbuhan Bisnis Properti di India Bisa Mencetak Rekor…

Di paruh pertama 2021, pasar perumahan India tumbuh secara meyakinkan dibanding tahun 2020. Berdasarkan sejumlah data yang dikumpulkan dari Knight Frank…
Pasar Properti di Thailand Bersiap Hadapi Perlambatan Pasar

Pasar Properti di Thailand Bersiap Hadapi Perlambatan Pasar

Seluruh subsektor properti di Thailand kecuali kawasan industri dan logistik, diprediksi akan menghadapi perlambatan pasar setidaknya hingga 18 bulan ke depan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *